Blackberry Playbook - Review

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Blackberry Playbook - Review

Post  ca_ur on Thu Jul 07, 2011 6:45 pm

Jumpa lage bersama saya, Trainer_caur...

Pada topik kali ini gw akan coba sedikit me-review (sedikit aja ya... klo kebanyakan gw males ngetiknya) sebuah gadget yang dinamakan Blackberry Playbook. Hal pertama yang menarik perhatihan gw adalah kualitas layarnya yang prima, layar dgn resolusi 1024x600 pixel tersebut mampu menampilkan gambar yang sangat tajam, detail, dan kaya warna. Kelebihan tersebut sangat kentara pada saat si Playbook ini memainkan sebuah film bawaannya yang menampilkan birunya laut dan awan dengan sangat memukau.

Yang juga perlu digarisbawahi, Playbook mendukung video HD kelas 1080p dengan berbagai format seperti AVI, MP4, FLV, termasuk video yang dikonversi ke format High Profile 1080p. Coba agan-agan bayangkan enaknya menikmati film definisi tinggi di tengah kemacetan atau meeting yang membuat kepala mau pecah (tapi jangan mencoba menikmatinya di dalam kamar mandi... jgn ngeres ya). By de way busway, Playbook juga menyediakan colokan HDMI sehingga kita bisa memutar video dari Playbook ke LCD TV.

Gw juga menyukai bentuknya yang ringkas dan ringan dibandingkan iPad, coba agan bandingkan nenteng iPad dgn Playbook selama 10 jam nonstop (bisa pengkor tuh tangan klo nenteng iPad :p). Secara dimensi, ukuran 13 x 19.4 cm dan tebal 1 cm mungkin terlalu besar untuk masuk ke saku celana. Namun dengan bobot yang hanya 425 gram, Playbook sepertinya tidak akan menjadi bagian merepotkan saat masuk ke tas kerja.Bagian belakang Playbook sendiri terbuat dari material karet sehingga lebih kokoh digenggam tanpa mudah terasa licin dan kepleset. Jadi jika dibandingkan iPad, Playbook unggul dari sisi portability.

Kelebihan lain yang coba ditonjolkan Playbook adalah kemampuan multitasking. Contohnya saja Playbook bisa menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan, mulai dari browser, video, music, dan aplikasi lainnya. Dan gw dah coba menjalankan sampai 10 aplikasi secara bersamaan tanpa masalah.
Menariknya, aplikasi yang berjalan di background bisa kita liat prosesnya saat membuka jendela multitasking. Contohnya begini, kita sedang menonton video lalu terpikir untuk membuka browser. Saat browser aktif, video tersebut tetap berjalan, Lalu kita membuka jendela multitasking, yang memperlihatkan jendela kecil berisi browser dan video yang tadi gw puter. Nah, di jendela multitasking tersebut kita bisa melihat video tetap berjalan - mirip seperti kita memencet Alt+Tab di Windows 7. Hal tersebut tidak bisa dilakukan Android dan iOS, jadi contoh tersebut menunjukkan bagaimana efektifnya Playbook menjalankan multitasking.

Keunikan lain dari PlayBook adalah bezel alias area di pinggiran layar memiliki peran tersendiri. Contohnya jika ingin membuka jendela mulitasking, kita tinggal gerakkan jari dari bezel bagian bawah ke atas. Jika ingin menutup aplikasi, kita tinggal geser jendela aplikasi ke bezel bagian atas. Sedangkan bezel kanan dan kiri berfungsi untuk berpindah ke aplikasi lain tanpa harus membuka jendela multitasking. Bahkan mengaktifkan keyboard pun bisa dilakukan dengan menggerakkan jari dari bezel pojok kiri ke tengah layar. Pendekatan ini menurut gw sangat efektif dan praktis meniadakan kebutuhan tombol fisik.

PlayBook sendiri memiliki toko aplikasi sendiri dan berbeda dengan App World untuk ponsel BlackBerry. Tapi masalahnya aplikasinya masih belum terlalu banyak dan masih culun2, namun katanye sih ke depannya akan sangat cerah. Soalnya, aplikasi PlayBook dapat dibuat dengan berbagai bahasa pemograman, seperti C/C++, Adobe Air, HTML5, dan JavaScript. "Bahkan PlayBook bisa menjalankan aplikasi Android". RIM akan menyediakan semacam aplikasi virtualisasi yang akan menjalankan aplikasi Android di atas sistem operasi PlayBook. (itu masih katanyee...).

Ironisnya, untuk Blackberry Playbook tidak satu pun menyangkut email yang selama ini menjadi kekuatan BlackBerry. Ternyata, di sinilah “kelemahan” PlayBook: tidak adanya aplikasi email, kontak, maupun kalender. Satu-satunya mengakses data tersebut adalah dengan melakukan pairing dengan ponsel BlackBerry (yang RIM sebut dengan BlackBerry Bridge). Jika sudah terhubung, semua email yang ada di ponsel BlackBerry dapat dilihat di PlayBook, tidak hanya email aja tapi aplikasi BBM, Contacs, Bridge Browser (untuk browsing internet menggunakan layanan BIS), Calendar, Memopad, Tasks dan Bridge Files (untuk melihat file2 yang terdapat di ponsel Blackberry). Namun ketika pairing itu terputus, data tersebut hilang dari PlayBook. PlayBook juga tidak memiliki koneksi 3G, sehingga koneksi ke internet harus mengandalkan WiFi atau pairing via BlackBerry Bridge.

Untuk kesimpulannya, tinggal agan-agan sendiri aja yang menyimpulkan karena pendapat orang pasti berbeda2... Tapi klo gw suka multitaskingnya yang keren dan browsingnya, lo bisa main poker facebook gan di Playbook. :p

Nihh... gan, gw dah buat presentasinya tinggal di sedot aja DISINI
Passwordnya : blackberry

Udah ya... gw mau ngupil duluuu!

ca_ur
Admin

Jumlah posting : 28
Join date : 26.08.09
Lokasi : Kolong Langit

Lihat profil user http://www.erafone-trainer.co.cc/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik